350 Personel Turun Grebek Tambang Emas Ilegal Dairi, Hasilnya Nol Pelaku. Operasi Penegakan Hukum Atau Pembersihan Lokasi?
350 Personel Turun Grebek Tambang Emas Ilegal Dairi, Hasilnya Nol Pelaku. Operasi Penegakan Hukum Atau Pembersihan Lokasi?
*DAIRI* - Setelah viral berminggu-minggu, 350 personel gabungan akhirnya turun menggerebek tambang emas ilegal di Kuta Usang, Desa Linggaraja, Kecamatan Pegagan Hilir, Jumat [31/07/2026].
Personel gabungan dari Polres Dairi, Kodim 0206 Dairi, Pemkab Dairi, dan KPH XV itu menemukan 47 titik tambang di kawasan Hutan Lindung. Camp dibakar. Alat bukti disita.
Tapi ada satu fakta pahit: Tidak ada satu pun pelaku yang diamankan. Lokasi sudah kosong.
Operasi besar-besaran ini digelar setelah desakan publik menguat. Bahkan Pemerintah Desa sebelumnya sudah merilis surat edaran berisi 23 nama yang diduga sebagai penambang.
Namun saat tim tiba, yang ditemukan hanya lubang galian, tenda, dan peralatan. Para pelaku diduga sudah keburu kabur.
Tim kemudian membakar camp dengan alasan mencegah aktivitas kembali beroperasi. Beberapa alat tambang juga diamankan.
Pimpinan Redaksi Boaboa.id / BBTV, Marolop Sihotang mempertanyakan keseriusan operasi ini.
"Ini operasi penegakan hukum, atau operasi pembersihan lokasi? 23 nama sudah dibuka ke publik. Masa iya 350 personil gabungan tidak bisa mengamankan 1 orang pun? Operasi ini rasanya sudah bocor duluan," ujarnya.
Kritik tajam pun mengarah ke aparat. Publik menilai operasi ini hanya untuk memenuhi tuntutan, bukan untuk menangkap otak dan pelaku lapangan.
Kini media dan masyarakat mendesak 3 hal:
1. Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan
Jangan berhenti di pembakaran camp. Gunakan 23 nama dari desa sebagai pintu masuk. Lakukan penyelidikan, panggil, periksa, dan tetapkan tersangka. Publikasikan hasilnya secara transparan.
2. Kodim 0206 Dairi & KPH XV
Kawal terus kawasan hutan lindung. Jangan sampai setelah operasi, tambang kembali beroperasi seperti biasa.
3. Pemkab Dairi
Buka data ke publik. Siapa pemilik modal? Siapa bekingnya? Rakyat berhak tahu.
"Publik mengapresiasi keberanian 350 personil turun ke hutan. Itu butuh nyali. Tapi jujur, kami kecewa. Yang dihancurkan hanya camp dan alat. Yang ditangkap: nihil," tegas Marolop.
Ia menyebut operasi ini seperti "menggerebek sarang narkoba tapi yang ada hanya timbangan kosong."
Jika 23 nama sudah ada di tangan pemerintah desa, maka tugas polisi tinggal menindaklanjuti. Bukan malah menemukan lokasi kosong.
Kapolres Otniel Siahaan kini ditunggu gebrakan selanjutnya. Jangan sampai operasi ini hanya jadi "konten" di media sosial: foto personel banyak, hasil nihil.
"Hutan Lindung Dairi bukan untuk dirusak. Hukum juga bukan untuk dipermainkan. Tangkap pelakunya. Segel asetnya. Proses hukumnya. Baru kami percaya negara hadir," tutupnya.
47 titik sudah dikantongi. 23 nama sudah beredar. Tinggal nyali dan keseriusan untuk mengeksekusi.
Buktikan bahwa hukum di Dairi tidak kalah dengan cangkul dan mesin dompeng.
Karena merusak hutan lindung adalah kejahatan. Dan membiarkannya adalah kejahatan yang lebih besar.
Tidak ada komentar untuk "350 Personel Turun Grebek Tambang Emas Ilegal Dairi, Hasilnya Nol Pelaku. Operasi Penegakan Hukum Atau Pembersihan Lokasi?"
Posting Komentar